Minggu, 15 Mei 2011

PENELITIAN TINDAKAN KELAS SD

BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG MASALAH
            Pendidikan adalah upaya yang dilakukan dengan sadar untuk mendatangkan perubahan sikap dan perilaku seseorang melalui pembelajaran dan latihan yang terus menerus. Oleh karena itu pendidikan sangat penting dalam kehidupan manusia untuk dapat maju dan hidup sebagai individu yang berilmu sehingga dikemudian hari dapat hidup sejahtera dan bahagia.
            Pendidikan dilakukan secara terus menerus melalui pembelajaran, oleh sebab itu pendidikan dan pembelajaran merupakan dua unsur yang saling terkait dan menunjang satu dengan yang lain. Dalam system Pendidikan Nasional pembelajaran diharapkan adanya proses interaksi peserta didik dengan Pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 20 tentang pengertian dari pembelajaran.
            Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai apabila proses belajar mengajar yang diselenggarakan di kelas benar-benar efektif dan berguna untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang diharapkan. Karena pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, di antaranya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu guru dituntut untuk meningkatkan peran dan kompetensinya, guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal.
            Untuk mengelola proses belajar mengajar yang baik, guru perlu membekali dengan beberapa kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan program pengajaran. Pelaksanaan proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan.
            Sebagian besar guru dalam memberikan materi pelajaran kepada siswa jarang memakai sarana atau media pengajaran, sehingga terasa sekali bahwa proses belajar mengajar yang dikelolanya membosankan siswa, tidak menarik dan hasilnya tidak memuaskan. Siswa dapat dikatakan berhasil dalam mengikuti pembelajaran jika telah menguasai materi pelajaran yang disampaikan guru. Penguasaan materi tersebut dinyatakan dalam perolehan nilai dari tes lisan maupun tes tertulis.    
            Dari data nilai yang diperoleh, maka guru dapat melakukan tindak lanjut. Apabila nilai yang dicapai siswa dalam kegiatan evaluasi itu baik, maka guru melakukan tindakan pengayaan. Tetapi jika nilai kurang baik, upaya guru adalah mengadakan perbaikan pembelajaran, agar masalahnya dapat segera teratasi, sehingga tujuan pembelajaran dapat berhasil dengan baik.
                  Hasil pelaksanaan tes formatif mata pelajaran Matematika kelas IV hanya 8 dari 22 siswa yang mencapai penguasaan materi 70% ke atas. Hal ini menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, belum mencapai nilai ketuntasan 7,00.
                  Berdasarkan beberapa data di atas, peneliti ingin meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran dengan melakukan perbaikan pembelajaran melalui PTK (Penelitian Tindakan Kelas) atas kerjasama dengan teman sejawat dan supervisor.
                  Laporan ini berhasil peneliti susun berdasarkan masukan teman sejawat dan supervisor dalam pelaksanaan kegiatan perbaikan pembelajaran mulai dari merencanakan, melaksanakan, observasi dan refleksi yang dilakukan dalam 2 siklus perbaikan pembelajaran. Laporan perbaikan pembelajaran ini terdiri dari pendahuluan, kajian pustaka, pelaksanaan perbaikan, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan dan saran.

      IDENTIFIKASI MASALAH
                  Hasil tes formatif mata pelajaran Matematika tentang konsep perbandingan nilai dua pecahan, hanya 8 siswa dari 22 siswa kelas IV yang mencapai tingkat penguasaan materi 70% ke atas. Selama proses pembelajaran, terlihat siswa bosan mengikuti pelajaran dan sulit untuk menangkap materi pelajaran.
            Berdasarkan hal tersebut, peneliti akan memperbaiki pembelajaran melalui PTK agar siswa mudah menerima materi pelajaran dan aktif dalam proses pembelajaran.
            Untuk mengidentifikasi permasalahan dari pembelajaran yang dilaksanakan, peneliti minta bantuan supervisor. Dan dari hasil diskusi dengan supervisor dan masukan dari teman sejawat, terungkap beberapa permasalahan dalam pembelajaran yaitu :
1.     Siswa tidak aktif dalam mengikuti pelajaran.
2.     Siswa kurang berminat dalam menerima pelajaran.
3.     Siswa tidak mau bertanya.
4.     Siswa tidak kreatif.
5.     Penguasaan materi Matematika rendah.

      ANALISA MASALAH
            Berdasarkan permasalahan yang ada, peneliti melaksanakan diskusi dengan supervisor dan teman sejawat bahwa penyebab penguasaan materi Matematika rendah adalah :
1.     Guru banyak menggunakan metode ceramah.
2.     Pembelajaran didominasi oleh guru.
3.     Penjelasan Guru abstrak.
4.     Tidak ada alat peraga Matematika yang memadai.
5.     Kurangnya pemberian motivasi pada siswa.
B.  RUMUSAN MASALAH
            Berdasarkan temuan-temuan yang di dapat selama proses pembelajaran, identifikasi masalah, analisa masalah,  serta masukan dari teman sejawat, maka rumusan masalahnya adalah : “Bagaimanakah cara meningkatkan pemahaman konsep perbandingan nilai dua pecahan dengan alat peraga gambar pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Muncar Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung?”.
C.  TUJUAN  PENELITIAN
               Perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut :
1.     Memperbaiki proses pembelajaran Matematika.
2.     Mengetahui hasil belajar siswa yang ditunjang dengan penggunaan alat peraga.
3.     Meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga.
D.  MANFAAT PENELITIAN
         Perbaikan pembelajaran ini dilakukan dalam 2 siklus. Sedangkan manfaat perbaikan ini adalah sebagai berikut :
      1.   Bagi guru
            -     Dapat menambah pengetahuan atau wawasan cara menyelesaikan masalah pada hasil prestasi belajar siswa yang kurang baik.
            -     Meningkatkan kualitas pembelajaran.
            -     Meningkatkan profesionalisme guru.
            -     Menambah rasa percaya diri pada guru.
      2.   Bagi siswa
            Kesalahan dalam proses belajar yang sering mengakibatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran kurang baik, dapat segera dianalisis dan diperbaiki agar tidak berkelanjutan sehingga prestasi hasil belajar siswa meningkat.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More