Sabtu, 11 Juni 2011

PENELITIAN TINDAKAN KELAS SD


BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Deskripsi Hasil Penelitian
1.     Siklus I
Berdasarkan pelaksanaan perbaikan pada siklus I, diketahui bahwa perhatian siswa mengalami peningkatan, siswa sudah berani mengajukan pertanyaan akan tetapi, masih ada siswa yang tidak memperhatikan pelajaran dan tidak menyelesaiakan tugas.
Metode yang digunakan bervariasi yaitu ceramah, tanya jawab, demonstrasi, penugasan dan metode latihan. Dengan penggunaan metode yang bervariasi ini berhasil meningkatkan pemahaman, serta keterampilan siswa dalam menulis teks pidato.
Hal tersebut dapat diketahui dari hasil tes perbaikan pembelajaran siklus I yang mengalami peningkatan dari sebelum perbaikan. Nilai rata-rata sebelum perbaikan 67,22 menjadi 69,75. sedangkan tingkat ketuntasannya dari 40 % menjadi 60 % (tabel 3). Berikut ini data hasil tes formatif sebelum perbaikan dan setelah perbaikan pembelajaran siklus I dalam bentuk tabel dan grafik.
Tabel.1 Analisis Hasil Tes formatif Sebelum Perbaikan
No.
Nilai
Siswa yang mendapat nilai
Jumlah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
1
1
4
-
1
2
1
1
1
-
1
3
1
1
1
-
-
-
1
60
61
248
-
64
130
66
67
68
-
70
213
72
73
74
-
-
-
78
Jumlah
20
1344
Rata-rata
67,22
Tingkat ketuntasan
40 %

Tabel 2. Persentase Perolehan Nilai Sebelum Perbaikan
No.
Nilai
Banyak siswa
Prosentase
1.
2.
3.
4.
5.
50 – 59
60 – 69
70 – 79
80 – 89
90 – 100
-
12
8
-
-
0 %
60 %
40 %
0 %
0 %
Jumlah
20
100 %

Grafik 1. Perolehan Nilai Sebelum Perbaikan

Tabel 3. Analisis Hasil Tes formatif Siklus I
No.
Nilai
Siswa yang mendapat nilai
Jumlah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
1
-
3
2
1
1
-
-
3
1
1
1
3
-
1
1
1
62
-
192
130
66
67
-
-
210
71
72
73
222
-
76
77
78
Jumlah
20
1395
Rata-rata
69,75
Tingkat ketuntasan
60 %

Tabel 4. Persentase Perolehan Nilai Sebelum Perbaikan
No.
Nilai
Banyak siswa
Prosentase
1.
2.
3.
4.
5.
50 – 59
60 – 69
70 – 79
80 – 89
90 – 100
-
8
12
-
-
0 %
40 %
60 %
0 %
0 %
Jumlah
20
100 %

Grafik 2. Perolehan Nilai Sebelum Perbaikan

2.     Suklus II
Pada perbaikan pembelajaran siklus II ini, siswa lebih siap dan tenang. Siswa juga lebih berkonsentrasi pada materi yang diberikan. Hal ini terjadi karena siswa diberi kesempatan untuk ikut mendemontrasikan pembacaan contoh teks pidato di depan kelas. Contoh teks pidato juga dibagikan kepada semua siswa sehingga siswa yang tidak membaca di depan kelas dapat memahami sistematika pidato tersebut.
Penerapan metode latihan dari guru untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menulis teks pidato dan sambutan pada pelajaran Bahasa Indonesia sangat tepat. Karena keterampilan menulis dapat ditingkatkan dengan cara berlatih secara terus- menerus. Pada saat siswa berlatih, guru memberikan bimbingan secara individual terutama terhadap siswa yang berkemampuan rendah. Selain latihan yang dilakukan di kelas, guru juga memberikan tugas rumah untuk membuat tesk naskah pidato.
Hal ini dapat diketahui dari hasil ter formatif perbaikan pembelajaran siklus II yang mengalami peningkatan (tabel 7), menunjukkan bahwa nilai rata-rata  pada tes formatif perbaikan pembelajaran siklus I 69,75 meningkat menjadi 73,77 pada siklus II. Kemampuan individu juga mengalami peningkaatan. Pada siklus I siswa yang mendapat nilai ≤  70 ada 12 anak (60%), sedangkan pada siklus II menjadi 17 anak (85%). Hasil tersebut dapat dilihat pada hasil tes formatif siklus II yang disajikan dalam bentuk table dan grafik.
Table 5. Analisis Hasil Tes Formatif Siklus II
No.
Nilai
Siswa yang mendapat nilai
Jumlah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
1
1
1
4
1
1
1
2
1
-
2
2
1
-
1
1
67
76
76
280
71
72
73
148
75
-
154
156
79
-
81
82
Jumlah
20
1475
Rata-rata
73,77
Tingkat ketuntasan
85 %

Table 6. Persentase Perolehan Nilai Perbaikan Pembelajaran Siklus II
No.
Nilai
Banyak siswa
Prosentase
1.
2.
3.
4.
5.
50 – 59
60 – 69
70 – 79
80 – 89
90 – 100
-
3
15
2
-
0 %
15 %
75 &
10 %
0 %
Jumlah
20
100 %

Grafik 3. Perolehan Nilai Peerbaikan Pembelajaran Siklus II
Dari hasil diskusi dengan teman sejawat, perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan guru sudah menunjukan keberhasilan. Namun masih juga ditemukan adanya kegagalan.
Keberhasilan yang kami temukan :
    1. Siklus I
a.      Terjadi peningkatan prestasi siswa.
Nilai rata-rata tes formatif sebelum perbaikan 67,22 dengan tingkat ketuntasan 40 %, menjadi 69,75 dengan tingkat ketuntasan 60 %.
b.     Penerapan metode latihan dan penggunaan alat peraga contoh teks pidato dan sambutan dapat meningkatkan keterampilan dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

    1. Siklus II
a.      Terjadi peningkatan prestasi siswa.
Nilai rata-rata tes formatif siklus I 69,75 dengan tingkat ketuntasan 60 %, menjadi 73,77 dengan tingkat ketuntasan     85 %.
b.     Selain penerapan metode latihan dan penggunaan alat peraga yang dapat meningkatkan prestasi siswa, pembacaan salah satu hasil karya siswa juga berhasil meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam pembelajaran.
Sedangkan kegagalan yang dapat kami temukan adalah :
1.     Siklus I
a.      Dari 20 siswa yang belum tuntas ada 8 anak atau 40 %.
b.     Masih ada siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru dan tidak menyelesaikan tugas yang diberikan.
2.     Siklus II
Dari 20 siswa masih terdapat 3 siswa yang mendapat nilai > 70 pada tes formatif siklus II. Hal ini terjadi pada siswa yang berkemampuan rendah dan perlu bimbingan khusus.

B.    Pembahasan
Hasil perbaikan pembelajaran siklus I menunjukan bahwa prestasi siwa belum optimal karena minat dan perhatian siswa belum menyeluruh. Hal tersebut terjadi karena siswa belum dilibatkan dalam demonstrasi pembacaan contoh teks pidato dan sambutan. Untuk lebih meningkatkan keterampilan dan pemahaman siswa dalam menulis teks pidato, guru menggunakan alat peraga contoh teks pidato yang dibagikan kepada seluruh siswa dan metode latihan.
Pada perbaikan pembelajaran siklus II, minat dan perhatian siswa sudah menyeluruh, suasana kelas lebih siap, siswa sudah berani bertanya, dan semua siswa melaksanakan tugas dengan baik. Guru mempersiapkan kondisi awal sebelum pembelajaran, memaksimalkan alat peraga yang ada, mengoptimalkan metode latihan, serta memberikan umpan balik (feed back) terhadap hasil karya siswa. Dari hasil pembahasan bersama teman sejawat tingkat pemahaman dan keterampilan siswa dalam menulis teks pidato tercapai karena :
1.     Guru selalu mempersiapkan kondisi awal siswa sebelum kegiatan pembelajaran. Menurut Bruner (dalam Maxim 1987), kesiapan merupakan peeristiwa yang timbul dari lingkungan belajar yang kaya dan bermakna, serta guru yang mendorong siswa dalam berbagai peristiwa belajar yang menggugah.
2.     Guru menggunakan alat peraga yang tepat dalam materi menulis teks pidato berupa contoh-contoh teks pidato. Dengan alat peraga tersebut siswa mempunyai gambaran yang lebig konkrit tentang teks pidato, hal tersebut sesuai dengan teori Piageat (1994 : 143), bahwa siswa usia 7 -13 tahun tahap berpikirnya masih berada pada tahap operasi konkrit.
3.     Guru menggunakan metode latihan, baik dalam proses pembelajaran maupun tugas di rumah. Dengan semakin banyak latihan maka keterampilan siswa dalam menulis akan meningkat karena menulis merupakan sesuatu yang membutuhkan proses. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Barrs (2003 : 1.13) bahwa menulis merupakan suatu proses yang kemampuan, pelaksanaan, dan hasilnya diperoleh secara bertahap.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Dari hasil perbaikan pembelajaran pada silkus I dan siklus II tentang menulis teks pidato di kelas VI SD Negeri Sarangan Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung tahun ajaran 2008 / 2009 dapat disimpulkan   bahwa penggunaan metode latihan dan alat peraga contoh teks pidato dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menulis teks pidato.

B.    Saran
Berdasarkan kesimpulan, ada beberapa hal yang perlu disampaikan sebagai saran.
1.     Bagi Guru
a.      Pergunakan metode yang bervariasi dan sesuai dengan memperhatikan materi dan kondisi siswa.
b.     Gunakan alat peraga yang mudah diterapkan kepada siswa, sederhana tetapi dapat meningkatkan kreativitas siswa.
c.      Memotivasi siswa tentang pentingnya pendidikan bagi kehidupan.
d.     Mengajar dan mendidik siswa secara professional.
2.     Bagi Kepala Sekolah
a.      Berikan dorongan dan motivasi kepada guru untuk selalu melakukan Penelitian Tindakan Kelas.
b.     Lengkapi sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.


                                    
DAFTAR PUSTAKA

Wardani, I.G.A.K. Wihardit K, dan Nasoetion N, 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.

Gunarso, Singgih

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More