Kamis, 28 April 2011

PENELITIAN TINDAKAN KELAS SD


BAB III
PELAKSANAAN  PENELITIAN

A.  Setting Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 15 Surakarta, yang berdasarkan data pada Kantor Dinas Dikpora kota Surakarta, termasuk dalam kualifikasi baik Fasilitas penunjang pelajaran menulis yang telah ada di sekolah ini adalah adanya sebuah papan tempel berukuran sekitar 100 x 80 cm pada setiap kelas sehingga hanya mampu memuat sebagian karya siswa. Karya yang dimuat adalah yang menurut penilain guru merupakan karya terbaik sehingga yang dimuat umumnya karya dari siswa yang itu-itu saja, yakni hanya yang berminat atau suka menulis. Padahal, siswa yang demikian itu jumlahnya tidak banyak sehingga seringkai papan tersebut dalam kondisi kosong.
Waktu pelaksanaan penelitian, yakni dari tahap persiapan hingga pelaporan hasil penelitian  dilakukan  selama 8 bulan, yakni mulai bulan April sampai dengan 15 November 2007. Adapun pelaksanaan pembelajaran diselenggarakan pada setengah semester gasal (semester 1), yaitu bulan Agustus hingga September 2007 dengan rincian sebagai berikut:
1. Siklus I    : dilaksanakan pada tanggal 6, 8, dan 10 Agustus 2007 (pema-jangan karangan berlangsung dari tanggal 11 s.d. 23 Agustus 2007)
2. Siklus II    : dilaksanakan pada tanggal 20, 22, dan 24 Agustus 2007 (pema-jangan karangan berlangsung  tanggal 26 Agustus s.d. 8 September 2007)
3. Siklus III   : dilaksanakan pada tanggal 3  dan 7 September 2007 (pema-jangan karangan berlangsung dari tanggal 10 s.d. 22 September 2007

B. Subjek dan Objek Penelitian
  Yang menjadi subjek penelitian adalah para siswa  kelas V.1 (non-akselerasi) SD Negeri 15 Surakarta tahun ajaran 2007 yang berjumlah 48 siswa. Dalam berbagai mata pelajaran, sebenarnya kelas ini memiliki prestasi yang lebih baik dibandingkan kelas V.2, namun dalam menulis tampaknya para siswa kelas V.1 minatnya lebih rendah daripada kelas V.2 Adapun yang menjadi objek penelitian adalah pembelajaran menulis yang termasuk dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia
C. Langkah-langkah  Penelitian
Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan menempuh prosedur sebagai berikut:
a.    Tahap Persiapan Tindakan, meliputi kegiatan tim (dosen, guru, dan kepsek):
                         1)     mengadakan sharing ideas dengan  guru-guru SD Negeri 15  untuk mendapatkan  berbagai pertimbangan dan masukan mengenai penerapan pendekatan proses dalam pembelajaran menulis
                         2)      penyiapan sarana dan media pembelajaran menulis, yaitu papan pajang karya dan gambar-gambar  seri  sebagai stimulan pada siswa untuk tahap prapenulisan (pemilihan dan pembatasan topik) 
                         3)     menyiapkan pedoman observasi terhadap proses pembelajaran menulis dengan pendekatan proses serta pedoman penilaian terhadap karangan siswa
b.    Tahap Aplikasi Tindakan
Dalam pelaksanaan PTK ini, mekanisme kerjanya diwujudkan dalam bentuk siklus (direncanakan 3 siklus), yang setiap siklusnya tercakup 4 kegiatan, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi (McNiff, 1992:22-24). Karena pendekatan proses ini meliputi 5 fase, maka pelaksanaan kelima fase tersebut dianggap sebagai satu siklus.
               1)  Rancangan siklus I
a)    Tahap perencanaan, mencakup kegiatan menyiapkan perngkat pembelajaran dan merancang skenario pembelajaran menulis dengan pendejkatan proses 5 fase.
b)    Tahap pelaksanaan, dilakukan dengan mengadakan pembelajaran yang dalam satu siklus ada 3 kali tatap muka, yang masing-masing 2 x 40 menit, sesuai skenario pembelajarn dan RP pada siswa Pada siklus I ini pembelajaran dilakukan oleh guru kelas, sedangkan peneliti lain (dosen dan kepala sekolah) melakukan observasi terhadap proses pembelajaran dan wawancara kepada beberapa siswa setelah pembelajaran berakhir.
c)    Tahap observasi dilakukan dosen dan kepala sekolah dengan mengamati proses pembelajaran (aktivitas guru dan siswa) Observasi diarahkan pada poin-poin  dalam pedoman yang telah disiapkan peneliti. Selain itu, untuk memperoleh data yang  akurat, peneliti juga melakukan wawancara dengan para siswa mengenai poin-poin tertentu yang dirasa perlu ditanyakan pada siswa untuk mendapatkan data yang lebih lengkap.
d)    Tahap analisis dan refleksi, dilakukan oleh dosen, guru, dan kepala sekolah dengan cara menganalisis hasil pekerjaan siswa, hasil observasi, serta hasil wawancara. Dengan demikian, analisis dilakukan terhadap proses dan hasil pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis tersebut akan diperoleh kesimpulan bagian fase mana yang perlu diperbaiki atau disempurnakan dan fase mana yang telah memenuhi target.

2)    Rancangan siklus II dan III
Pada siklus kedua dan ketiga dilakukan tahapan-tahapan seperti pada siklus pertama tetapi didahului dengan perencanaan ulang berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh pada siklus pertama (refleksi), sehingga kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus pertama tidak terjadi pada siklus kedua, begitru juga dengan siklus III.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More